DEMOSTRASI DI TIMIKA, MENDUKUNG PIDATO PERDANA MENTRI VANUATU DALAM SIDANG TAHUNAN PBB TANGGAL 28 SEPTEMBER 2013 - Langkah-Ku Tanpa Alas Kaki

Langkah-Ku Tanpa  Alas Kaki

Langkah-Ku Tanpa Alas Kaki

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 16 Oktober 2013

DEMOSTRASI DI TIMIKA, MENDUKUNG PIDATO PERDANA MENTRI VANUATU DALAM SIDANG TAHUNAN PBB TANGGAL 28 SEPTEMBER 2013


Ketua KNPB Timika Saat Memberikan Sambutannya.
Timika, TANPA ALAS KAKI, Masa Pendukung Papua Merdeka  Wilayah Timika (MPPM WT), dibawah pimpinan organisasi besar Komite Nasional Papua Barat (KNPB), dan Parlemen Rakyat Daerah Mimika (PRDM)16/10, siang tadi melakukan demostrasi besar besaran. 

Dalam demostrasi ini yang hadir Pejabat Timika, Kepala TNI dan Polri, para pekerja PT, Prefort Indonesia, dan seluruh rakyar bangsa papua barat yang mendiami di wilayah Komite KNPB di Timika. 

Ketua KNPB wilayah timika Steven Itlay mengatakan, kami bangsa papua kali ini demostrasi bukan minta kemerdekaan dan pengakuan kepada bangsa indonesia  tetapi kami minta terima kasih kepada bangsa-bangsa pendukung kemerdekan dan penentuan nasip sendiri bagi bangsa papua barat terutama pemerintah Vanuatu.

Kami bangsa papua barat tahu bahwa bendera Bintang Papua Atau Bintang kejora  merupakan bendera jiwa dan raga bagi kami Bangsa Papua Barat, maka kami komite-komite pendukung papua merdeka tidak harus menaikan bendera pada siang hari yang kemenangan ini, lanjutnya. 

Sudah 50 Tahun lebih kita bangsa papua mengharapkan dukungan masyarakat internasional lebih khusus PBB buka mulut terhadap persoalan status politik Wilayah Papua Barat. Apa yang kita harapkan tersebut kini telah nyata dalam sidang tahunan majelis umum PBB Tahun ini. Pidato perdana mentri Vanuatu Moana Kalosil Carcasses pada hari sabtu (28/09) yang lalu, katanya.

Dalam sidang Tahunan kemarin meminta PBB untuk menunjuk seorang Wakil Khusus untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia di propinsi  Papua dan Papua Barat, dan status politik yang cacat hukum dan Moral, tandasnya.

Perdana mentri Vanuatu, Moana Kalosil Carcasses menyatakan bahwa “Jelas dari banyak catatan sejarah bahwa orang Melanesia di Papua Barat adalah kambing hitam politik perang dingin dan dikorbankan untuk memusakan nafsu atas sumber daya alam yang dimiliki bangsa ini”. Kata Kolisi. Moana juga meminta PBB memperbaiki kesalahan sebelumnya karena Act  of Free Choise (Pepera-1969), yang kontroversial, rakyat papua barat hingga hari ini selalu ditolak ditakut secara sosil oleh PBB. Kata moana Karkas Kalosil kepada debat Umum tahunan Majelis Umum perserikatan Bangsa Bangsa,  tuturnya. 

Lanjut juga kami mendukung pidato perdana Mentri Vanuatu pada saat ini maka 4 mata angin yang mendiami di Timika membawa kabar yang menyegarkan bagi kaum tertindas di Timika itu sendiri dan lebih lagi bangsa milanesia bangsa papua. 

Dalam demostrasi melihat baleho-baleho, sipanduk, yang terlihat di jalan. (Lihat Gambar-gambar di Halaman Bawah. Yerino G, Madai



































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here